Belakangan hari ini mengecewakan, menyebalkan, menjengkelkan, menyedihkan, dan apapun perasaan yang berujung membawa ke ketiadaharapan. Oh tidak, ada apa denganmu? sini cerita? kau terlihat suntuk sekali. Bila benar-benar ada yang menanyakanku seperti itu, aku tidak akan jawab dan aku akan lariiiiii. Seperti kutipan konyol dari tokoh antagonis film yang baru bebas dari penjara mengatakan “Rule number one in prison is never trust anyone” atau bila anda buruk dengan bahasa inggris arti kutipan tersebut adalah harus optimis dan percaya dengan semua orang. Sungguh, bila anda kira itu jawabannya anda seperitnya terlalu banyak cabut les LIA bung.
Berbicara soal kondisi ketiadaharapan, kondisi seperti ini adalah kondisi buruk seburuk-buruknya buruk, namun kondisi buruk adalah kondisi yang perlu kita terima pula karena setiap manusia di dunia mau dia sukes ataupun tidak pasti mengalami kondisi ini. Inilah kondisi yang sering kita dengar di podcast atau YouTube tentang jawaban narasumber dari pertanyaan “kira-kira titik terpuruk hidup kalian pas gimana sih?”. Kita mendengar banyak sekali jawaban beragam dan secara tidak langsung kita meresponnya dengan respon seperti “wow itu sangat terpuruk dan keren sekali dia bisa survive” atau dengan respon “haha itumah biasa saja, aku lebih parah”.
Disini gue gangebahas tentang siapa yang paling buruk karena itu sudah 1000 kali dibahas dari tahun lalu. Tulisan ini lebih membawa ke bahasan semua orang menderita dan itu tidak apa-apa. Semua orang dilempar kotoran setiap hari dengan pertambahan 2 kali lebih besar ukuran kotoran tersebut tiap hari dan itu tidak apa-apa. Bila jawabannya tidak apa-apa kenapa harus dibahas? Ya, karena kita makhluk aneh yang mudah lupa dengan pemikiran, prinsip, dan idealis kita sendiri. Ketiga hal itu kita lebih sering kali gunakan untuk terlihat keren di mata orang tanpa kiat menerapkannya di keseharian. Ya, termasuk diriku pula.
Lalu apa solusinya? bila kita memiliki teman yang sefrekuensi dengan kita, kita boleh menceritakannya. Sefrekuensi dengan kita belum artinya orang itu adalah orang yang kita percaya ya? orang yang sefrekuensi pasti mengerti apa yang kita rasakan. Bila kita terlalu benci akan bercerita dengan sosok makhluk bernafas karena mengalami banyak kekecewaan kita bisa mencoba dengan metode menulis atau merekam diri kita bercerita depan HP. Setelah kita melewatkan hari sulit tersebut dan kita melihat/mendengarkan kembali tulisan/voicenote kita, kita akan merasa lebih lega. Kita akan merasa wow gue bisa lewati masalah ini berdiri dengan darah sendiri.
We understand that life isn’t always fair.